Kata Kuasa Hukum soal Pengakuan Pegi Bukan Pembunuh Vina

Trending 3 weeks ago

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa norma family Vina Dewi Arsita, Putri Maya Rumanti, merespons soal pengakuan pelaku otak pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, ialah Pegi Setiawan. Pegi menyatakan bahwa dirinya bukan seorang pembunuh, usai konvensi pers di Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) pada Ahad kemarin, 26 Mei 2024. 

“Sebenarnya kewenangan dia untuk berbicara, haknya Pegi untuk berbincang apapun itu, lantaran dia merasa punya kewenangan untuk menolak,” kata Putri di instansi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM), pada Senin, 27 Mei 2024. 

Menurut Putri, sebagai kuasa norma family Vina, sebelum polisi menetapkan Pegi sebagai tersangka, mereka sudah mempunyai kepercayaan atas dasar langkah nan mereka putuskan. Jika Pegi dan family keberatan mengenai penetapan tersangka, mereka bisa melakukan upaya hukum. “Pegi dan kuasa hukumnya bisa mengusulkan upaya norma tersebut,” jelasnya. 

Pegi Setiawan Ajukan Praperadilan 

Kuasa norma Pegi Setiawan, Sugiyanti Iriani, menjelaskan kliennya mempertimbangkan untuk mengusulkan praperadilan usai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon oleh Polda Jawa Barat.

“Kalau memang dimungkinkan kudu dan sangat kami lakukan,” kata Iriani, saat dihubungi Tempo melalui telepon seluler pada Ahad malam, 26 Mei 2024. 

Iriani sangat yakin, jika Pegi sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 27 Agustus 2016 silam.

Iklan

“Melihat wajahnya saja belum pernah, Vina itu seperti apa, Eky itu seperti apa. Karena malam itu Pegi sedang di Bandung, bekerja sebagai pekerja bangunan,” ucap dia. Pegi sudah berada di Bandung sejak Juli 2016, dan baru kembali ke Cirebon pada Desember 2016. 

Perihal bukti Pegi tidak terlibat, Iriani nantinya bakal menghadirkan saksi-saksi, catatan penghasilan dari tempat Pegi bekerja sebagai pekerja di Bandung. “Walapun catatannya catatan tangan kan juga bisa membuktikan bahwa saat itu dia bekerja dan tetap menerima pembayaran,” ucap Iriani. 

Saat Pegi dihadirkan pada konvensi pers di Polda Jawa Barat, Ahad siang kemarin, Iriani memandang ekspresi kliennya nan mau memberontak dan mau menyampaikan bahwa kliennya bukan pembunuh. 

“Dengan ekspresi itu ibu juga semakin percaya bahwa Pegi bukan pembunuhnya dan ibu juga semakin percaya pengen bisa membebaskan Pegi,” tuturnya.

Pilihan editor: Komnas HAM Terima Pengaduan Kuasa Hukum Keluarga Vina, Ingin Pastikan Proses Hukum Berjalan Adil

More
Source