Cerita Lansia di Aceh Masih Produktif di Usia Senja: Buat Anyaman Daun Rumbia Dijual Rp 8 Ribu

Trending 3 weeks ago

TEMPO.CO, Aceh - Di usia senja, Abdullah (84) kembali menekuni pekerjaan nan sudah bertahun dia tinggalkan. Warga Desa Bluka Teubai, Kabupaten Aceh Utara itu menganyam daun pohon rumbia, nan juga dikenal sebagai tanaman sagu, menjadi genting bangunan. Hasilnya dia jual Rp 8 ribu per anyaman.

Abdullah belajar menganyam genting rumbia saat tetap muda. Namun, upaya itu sempat dia tinggalkan untuk pekerjaan lain. “Dulunya katanya tetap muda bisa (menganyam). Habis itu kan enggak ada kerja, kan enggak mungkin (menganyam atap) daun aja,” kata Zubaidah (47), putri Abdullah, saat ditemui di kediaman family mereka pada Senin, 27 Mei 2024.

Abdullah sedang menganyam di laman rumah ketika Zubaidah menceritakan kisah ayahnya itu. Namun, laki-laki lanjut usia (Lansia) tersebut tidak begitu fasih menuturkan Bahasa Indonesia. Abdullah terbiasa menggunakan Bahasa Aceh sehari-hari hingga usia senja.

Menurut Zubaidah, Abdullah sempat menjadi pekerja kebun kelapa setelah berakhir menganyam dulu. Dia memanjat pohon kelapa di kebun milik orang lain dan diupah Rp 10 ribu per batang kelapa nan dia petik.

Abdullah berakhir memanjat pohon kelapa saat memasuki usia senja. Zubaidah menyampaikan ayahnya berakhir melakukan pekerjaan tersebut sekira 10 tahun lalu.

Namun, Abdullah rupanya tetap mau berupaya dan mencari duit sendiri. “Sama anak bukan enggak dibantu, mungkin dia enggak lezat juga,” ujar Zubaidah. Istri Abdullah, kata putrinya, juga tetap bekerja sebagai pekerja cuci.

Zubaidah mengatakan pembeli anyaman genting rumbia nan dibuat Abdullah datang dari dalam dan luar desa. Untuk satu bangunan, dibutuhkan sekitar 300 lembar anyaman untuk membikin atap. Abdullah menjual selembar genting anyaman itu dengan nilai Rp 8 ribu.

Iklan

Abdullah bisa membikin hingga 10 lembar anyaman per hari jika sedang sehat. Namun, pembeli tidak selalu datang setiap saat. “Dalam seminggu kadang ada, kadang enggak ada. Kadang setiap dua hari. Kadang laku 100, kadang 50,” kata Zubaidah.

Selama ini, Abdullah melakukan bagi hasil dengan pemilik pohon sagu nan daunnya dia gunakan untuk menganyam. Abdullah mengantongi sekitar 60 persen hasil penjualan genting tersebut, dikurangi modal lainnya seperti untuk membeli ikatan bambu.

Pada bulan Mei 2024, Kementerian Sosial (Kemensos) memberi support modal untuk upaya anyaman genting rumbia milik Abdullah. Sekitar Rp 3,3 juta dia terima untuk membiayai pekerjaannya tersebut.

Bantuan modal nan diterima Abdullah merupakan bagian dari rangkaian aktivitas Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2024 dari Kemensos. Sejumlah aktivitas untuk HLUN telah dilakukan Kemensos sejak awal Mei 2024.

“Bagi lansia potensial, Kemensos mendorong produktivitas dengan memberikan pelatihan, pameran hasil karya, dan pemberian support modal usaha,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini melalui keterangan tertulis pada Ahad, 27 Mei 2024.

Pilihan editor: Bupati Ratu Tatu Chasanah Targetkan Kabupaten Serang Rebut Kembali Juara MTQ Tingkat Provinsi

More
Source